blogger widget
Jumat, 25 November 2011

Pembicaraan Hangat Tentang Impian


"Hakim hebat siap datang, tunggu beberapa tahun lagi.." Tawa kecil menyertai kata-kata dari Lucas, seorang anak berusia 15 tahun dengan impian menjadi seorang hakim.

"Ahhh kakak ini.emang bisa? adek lihat kakak kerjaannya cuma main aja koq." Sang adik Robert menyangkal ucapan kakaknya.

Angin bertiup sepoi-sepoi, udara cukup dingin di teras rumah sederhana, matahari perlahan mulai memperlihatkan dirinya setelah semalam bersembunyi dan tidak menampakkan dirinya. Pagi itu minggu hari Lucas dan Robert sedang menikmati hari libur mereka. Bagi Lucas sang kakak hari ini sama seperti hari biasanya tetapi bagi Robert ini merupakan hari yang dimanfaatkan betul untuk istirahat karena hari-hari biasanya dia penuh dengan kesibukan.

Hanya berbeda usia 1 tahun tapi ada perbedaan besar antara kedua kakak adik yaitu sang adik lebih rajin dari sang kakak. Walaupun begitu ada juga persamaan di antara mereka, mereka berdua sama-sama punya mimpi dan impian besar untuk masa depan mereka. Jika Lucas ingin menjadi seorang hakim, Robert ingin sekali menjadi seorang ilmuwan.

"Nih, ayah bawakan minuman." Suara berat dan terdengar berwibawa.

Robert dan Lucas segera menoleh ketika mendengar suara ayahnya dan tersenyum ketika ada dua gelas teh hangat di nampan kecil yang dibawa ayahnya.

"Ayah.ayah, aku belikan buku tentang roket donk yah.." Robert membuka pembicaraan hangat di minggu itu.

Sang ayah hanya menganggukkan kepalanya, sudah biasa sang ayah membelikan buku pengetahuan
untuk anaknya Robert. Dengan penghasilan sebagai sastrawan serta guru besar di Universitas ternama tentu lebih dari cukup untuk membelikan anaknya buku.

"Kamu mau dibelikan juga Lucas? Buku tentang hukum.Mau?" Tidak lupa ayah menawarkan juga pada sang kakak.

"Enggakkk ah yah.."Lucas sambil menggelengkan kepalanya.

"Yauda.." Sudah biasa sang ayah mendengar jawaban itu ketika menawarkan Lucas untuk dibelikan buku.

Tiba-tiba Robert dengan cepat langsung berbicara menyela, " Kakak, kalau kakak nggak mau baca buku gimana mau jadi hakim hebat kak? Tiap hari cuma ngomong mau jadi hakim hebat tapi nggak berbuat apa-apa." Sang adek berbicara dengan sedikit jengkel.

Sang kakak menjawab dengan tenang dan santai, "Tenang aja dek, kan di sekolah juga ada sedikit pelajaran tentang hukum jadi ya kan udah dari sekarang kakak udah mulai belajar hukum, itu sudah bagus lho."

Sang adek kembali berbicara," Tapi kan kak, kalau memang mau jadi hakim yang hebat dari sekarang juga sudah mulai usaha yang keras kak, usaha apa aja kan bisa yang penting bisa jadi modal buat nanti ke depan kak." sang adek  justru terlihat lebih bijak, ini merupakan hasil dari kebiasaan Robert yang suka membaca buku, berbagai macam buku, tidak hanya buku-buku pengetahuan.

"Ahhh,,adek itu..cerewet banget sih..." sang kakak mulai marah.

"Sudah..sudah..jangan bertengkar  gitu." Sang ayah langsung menyela dan menengahi perdebatan mereka
berdua.

Dengan bijak sang ayah coba memberi nasehat, "Lucas..benar juga apa yang dikatakan adikmu itu, kalau punya impian apalagi itu impian yang besar memang harus berusaha keras. Dimulai dari ketika kamu mulai bermimpi dan bercita-cita, dari situlah kamu harus memulai juga untuk berusaha keras." Sang ayah berhenti sejenak, membelai rambut kedua anaknya.

Lucas dan Robert mendengarkan dengan baik nasehat ayahnya itu, "Jadi jangan cuma bicara aja kamu mau jadi ini, kamu mau jadi itu, cuma bicara hal-hal atau impian besar tapi tidak ada usahanya. Lakukan usaha apa aja yang bisa menunjang dan membantu kamu mewujudkan impian kamu."
"Iya yah.." Lucas dan Robert menjawab bersama-sama.

Sambil merangkul kedua anaknya dengan pemandangan matahari terbit di depan rumahnya itu sang ayah terus memberi nasehat. Seperti matahari yang sedang terbit, semangat Lucas dan Robert kembali muncul, semangat Lucas untuk mewujudkan impiannya mulai terbit seperti matahari yang perlahan terbit.

"Ingat ya nak. Impian yang besar itu tidak ada gunanya kalau tidak ada usaha dibaliknya. Impian besar itu bukan hanya sekedar impian saja, bukan hanya sekedar kata-kata saja. Jika memang sudah bermimpi dan punya impian besar maka harus siap untuk mewujudkannya dengan usaha keras. Ketika kamu sudah mulai memikirkan impian besar kamu ke depan, maka saat itu lah kamu harus mulai untuk berusaha keras untuk mewujudkannya."

0 komentar:

Poskan Komentar

Contact

agassirindy@gmail.com

Pengikut

Indonesia

Indonesia