blogger widget
Sabtu, 19 Mei 2012

Sebuah Harapan Dari Kerinduan



Setiap kali kaki ini melangkah selalu saja terselip lumpur-lumpur kenangan  dan bahkan jatuh terpeleset untuk  sejenak bermain-main lagi dengan lumpur kenangan  ini. Terasa berat melangkahkan kaki di atas lumpur ini, terasa sulit bangkit lagi karena terasa menyenangkan bermain dengan lumpur ini. Kenangan ini tetapi semakin membuat gelap mataku melihat ke  arah depan, membuatku malas untuk berjalan lagi, dan membuat tak ada setitik cahaya dalam perjalanan cintaku.

Pernah satu waktu aku melihat  seorang wanita dalam perjalananku ini, makhluk  yang paling indah  yang diciptakan Tuhan. Paras cantiknya membangkitkan imajinasi dalam otakku, memfungsikan lagi fungsi otakku untuk membayangkan, membayangkan seandainya wanita cantik ini ikut dalam perjalananku. Belum lagi senyumnya  yang melelehkan hati yang sudah lama keras ini, memputihkan kembali hati yang gelap ini.

Sepatah kata meluncur tanpa halangan ketika aku  mulai menyapanya, tetapi beberapa kata kemudian terhalang tembok-tembok  trauma akan wanita. Terlihat sangat gugup saat itu, dengan terbata-bata mencoba aku memulai pembicaraan singkat ini. Perlahan demi perlahan pula tembok-tembok trauma ini mulai runtuh, runtuh oleh suara lembut wanita itu, bukan saja mampu meruntuhkan tembok penghalangku ini tetapi juga mampu membangun kembali pondasi-pondasi cinta yang sedikit demi sedikit mulai terbentuk.

Perjalanan cinta ini seketika berubah, bunga berwarna-warni tumbuh di sepanjang  jalan setapak yang aku lalui. Beberapa pohon berdaun hijau tegak berdiri menjadi tumpuan yang kuat bagi dedaunan untuk menari mengikuti irama tiupan angin. Danau dengan airnya yang jernih berada di sela-sela pepohonan yang tegak  berdiri, memantulkan cerahnya sinar matahari yang bersinar hangat.

Selangkah demi selangkah aku menikmatinya, senyum dan tawa tak henti-hentinya terlukis jelas di wajahku. Terkadang genangan air keruh dan sedikit berlumpur terinjak oleh langkah bahagiaku ini, air keruh dan lumpur  yang penuh dengan kenangan buruk akan cinta. Tetapi setidaknya itu tidak membuatku terjatuh, aku hanya berhenti sejenak, membersihkan kakiku yang terkena air dan lumpur, kemudian berjalan lagi  dan kembali menikmati indahnya jatuh cinta.

Perjalanan yang begitu menyenangkan karena wanita itu, yang akhirnya membuatku lupa bahwa kekecewaan, kesedihan, kecemburuan, penderitaan sudah menungguku di depan sana. Awan hitam yang penuh dengan kekecewaan mulai menghampiri dibarengi dengan kilatan kilatan kecemburuan yang dengan mudah menggoyahkan kekuatan pohon cinta yang sudah tegak berdiri. Tetesan-tetesan kesedihan akhirnya ikut turun membasahi bunga-bunga cinta yang menemani perjalananku, setetes demi setetes dan kemudian secaratak beraturan turun dengan cepatnya, menggenangi pijakan yang aku pakai saat ini, membanjiri bunga-bunga yang selalu menghiasi perjalananku ini.

Kembali kebahagiaanku membawaku masuk ke jurang kesedihan yang begitu dalam. Ketika aku sudah terbang tinggi karena cinta,  membuatku lupa akan daratan yang selalu aku pijak, yang akhirnya menghempaskan aku kembali ke tanah dengan rasa sakit dan derita. Wanita selalu bisa membuat bahagia tetapi selalu juga bisa membuat menderita jika cinta ada di baliknya.

Aku hanya bisa kembali berjalan, tidak mungkin aku hanya berdiam diri hanya karena cinta, tidak mungkin aku tidak melanjutkan langkahku hanya karena disakiti. Seperti saat pertama bertemu wanita itu pasti nanti di depan wanita lain yang lebih baik sudah menunggu dalam perjalanan cintaku ini. 

Untuk saat ini kembali jalan becek yang penuh dengan genangan air keruh dan lumpur menemaniku. Kenangan buruk kembali teringat ketika aku melihat ke arah kubangan air keruh dan lumpur itu. Setidaknya aku terus melihat ke depan dan berjalan berhati-hati, aku tidak ingin terjatuh karena lumpur-lumpur ini.

Keyakinanku akan cinta terus membawaku ke jalan yang benar, ketika ada persimpangan, keyakinan akan adanya cinta yang membahagiakan akan membawaku memilih jalan yang benar. Kebahagiaan sudah menungguku di depan, kebahagiaan yang akan menghapuskan kesedihan masa lalu, masa lalu yang membentuk hatiku sekarang ini, yang menguatkannya seperti sekarang ini, dan yang mendewasakan aku sampai seperti ini.

Memang benar adanya cinta akan membawa kebahagiaan, tetapi juga memang benar adanya cinta akan membawa kesedihan. Aku tidak bisa menentukan kemana cinta akan membawaku, aku hanya bisa mengikuti cinta, hanya bisa merasakannya, dan hanya bisa memahaminya saja. 

Yang terpenting saat ini adalah aku yakin bahwa cinta akan membawa kebahagiaan tetapi cinta juga akan membawa kesedihan. Aku hanya bisa menikmati semua itu, berharap perjalanan cintaku kali ini akan kembali dipenuhi ribuan bunga warna-warni, dedaunan yang menari di atas pohon yang berdiri kokoh, dan terbentang danau luas dengan sinar matahari hangat di atas permukaan air jernihnya itu. Sebuah harapan dari kerinduan akan kebahagiaan.
Minggu, 06 Mei 2012

Boneka Beruang



Suara tangis seorang perempuan perlahan mulai terdengar, dari yang tadinya pelan sedikit demi sedikit mengeras dan memekakan telinga. Kemudian suara langkah kaki juga terdengar menjadi pengiring nyanyian tak bernada itu , langkah kaki yang dengan cepat menuju ke arah suara tangis itu.

"Kamu kenapa nak?" Suara perempuan dewasa mencoba menenangkan seorang anak yang terus saja menangis layaknya menyanyi tanpa nada dan tak beraturan

Tak ada jawaban, tangisannya justru semakin keras ketika pelukan hangat mencoba menenangkan. Seorang anak dan ibu sekarang sedang berpelukan hangat mencoba kembali membuat suasana menjadi tenang.

Dengan tertatih-tatih akhirnya anak itu berbicara, "Boneka kesayanganku hilang bunda."

Ibu anak itu menghela nafas panjang.Setidaknya dia sudah tahu kenapa anaknya menangis, kekhawatiran seorang ibu mulai hilang perlahan. 

"Yaudah, kita cari dulu aja yuk." Ajak ibu itu.

Sang ibu sadar bahwa bahwa boneka itu memang boneka yang sangat disayangi anaknya itu. Sang ibu tidak heran anaknya menangis seperti itu ketika kehilangan bonekanya.  Boneka kesayangannya itu sudah menemani sang anak sejak dia berusia dua tahun sampai sekarang berusia empat belas tahun.

Menjadi tidak biasa memang ketika remaja berusia empat belas tahun masih saja bermain dengan boneka. Tetapi itu memang bukan boneka biasa, boneka beruang yang sedang ukurannya itu menjadi sosok pria yang selalu menemani sang anak.

Sejak kecil anak itu sudah ditinggal bapaknya yang menceraikan ibunya. Dan sekarang yang tersisa hanya lah dua orang sosok wanita tangguh yang mencoba menjalani hidup bersama. Boneka beruang itu menjadi sosok yang setidaknya bisa menjadi tempat bercerita untuk anak itu yang akhirnya rasa sayang terhadap boneka itu hampir sama dengan rasa sayang pada ibunya.

Rasa kehilangan yang berat melanda anak itu walaupun hanya kehilangan sebuah boneka tetapi seperti kehilangan seorang yang disayangi. Dua belas tahun bukanlah waktu singkat, bukan lah waktu yang akan cepat bisa dilupakan. Ratusan bahkan ribuan kenangan sudah tersimpan dengan baik dalam memori selama dua belas tahun bersama boneka kesayangannya itu, boneka yang menjadi sosok pria dalam keluarga, yang selalu bisa menjadi tempat bercerita dan meluapkan emosi hati.

Tidak mudah bagi anak itu untuk kembali bahagia setelah bonekanya hilang. Pikirannya melayang kemana-mana, membayangkan bagaimana kalau ibunya juga akan meninggalkannya, bagaimana jika nantinya dia sendiri menjalani waktu-waktunya dalam hidup.

~~~

Tatapan matanya kosong, melihat ke arah depan, melihat rumput-rumput yang tertiup angin, melihat daun-daun yang menari mengikuti iringan angin. Sang anak pergi ke padang rumput luas agak jauh dari rumahnya, tempat favorit sang anak ketika merasa sedih. Pergi untuk menyendiri sejenak setelah satu hari kemarin mencari-cari boneka kesayangannya itu. 

Angin bertiup semakin kencang, ranting-ranting pohon yang tadi hanya terdiam mulai ikut menari bersama dedaunan. Tarian ranting yang begitu kencang menggugurkan daun satu per satu, daun-daun hijau mulai lepas dari rantingnya karena tidak kuat  tiupan angin yang kencang.

Dalam hati sang anak berbicara, "Andai saja pohon itu punya mulut dan mata pasti dia sudah menangis, pasti dia sudah sedih karena kehilangan daun-daun hijaunya itu."
Sejenak anak itu memandangi pohon itu, meratapi sedih pohon itu yang terlihat sedikit tidak bagus karena daun-daunnya berguguran.

Tetapi kemudian sang anak tersadar sesuatu dibalik ratapannya itu, "Tapi mungkin aja pohon itu tidak akan menangis, ketika satu daun lepas maka kemudian hari pasti tumbuh daun lagi yang lebih hijau."

Anak itu terdiam sejenak lagi dan kemudian berbicara kembali dalam hati, "Ternyata selalu ada hal baru dari kehilangan, kehilangan sudah menjadi unsur kehidupan pohon itu ternyata. Andai saja dia itu manusia pasti sudah tersenyum bahkan tertawa mendengar aku berbicara bahwa dia akan menangis ketika kehilangan daun-daunnya."

Setiap manusia pasti akan mengalami kehilangan, kehilangan menjadi sebuah proses untuk lebih menghargai rasa memiliki. Tak akan pernah memiliki sesuatu seutuhnya jika belum pernah merasakan kehilangan. Kehilangan menjadi suatu hal yang harus dirasakan untuk bisa menghargai apa yang dimiliki.
Berbagai macam cara dan tindakan yang dilakukan untuk menghadapi kehilangan, tidak ada yang benar dan tidak ada yang cara yang salah untuk menghadapi kehilangan. Ketika sudah merasa bahwa betapa pentingnya menghargai dan mempertahankan apa yang  dimiliki maka saat itu lah masa-masa sulit dalam menghadapi kehilangan sudah terlewati.

Contact

agassirindy@gmail.com

Pengikut

Indonesia

Indonesia